Langsung ke konten utama

Postingan

Terkutuk, Jelita

 Maksudku, semua harus selaras Jika yang rusak harus bersanding dengan yang rusak Jika yang jernih harus bersanding dengan yang jernih. Lalu, apakah benar-benar selaras dihidupku? Untuk ikhlas dan melihatmu terus bahagia Sangat sulit direlung hati Tapi yakinlah, akan hadir secepatnya dan diwaktu yang tepat Namun, akan ku pastikan hidupmu akan melarat dan penuh duka Dikala aku tidak lagi mengutikmu Walaupun kau terus hidup Tapi doa kematianmu akan terus mengalir Semesta pun akan menganggapmu mati walaupun kau berkelana di lereng gunung itu Kau tak akan dianggap dan akan dihapus oleh dunia Jelita, hiduplah dalam kehancuran dan teruslah meringis Disisa hidupmu!
Postingan terbaru

November : selalu suka cita

November suka cita Lahir putri pertamaku, penuh haru dan bahagia Malaikat kecilku hadir dengan segala persiapan dan waktu yang tepat. Dear Sheren,  aku tidak akan menuntutmu menjadi manusia yang pintar ataupun anak yang cerdas  Seperti anak orang lainya. Tapi, aku akan menuntutmu menjadi orang yang bijak.  Bijak dalam berfikir Bijak dalam bertindak Bijak dalam segala hal. Karna banyak orang cerdas tapi asal bertindak Banyak orang pintar tapi tak berfikir panjang Untuk itu, jadilah gadis bijak sayang.

Awal Februari Menjemput Binar

Binar mataku tumbuh lagi Riang gembiraku telah segar kembali Setelah terkubur selama 1770 hari dalam pasir kotor itu Perlahan aku menemukannya kembali Hidup kembali seperti bayi suci Rumahku yang asri dan hijau harum air ini Tidak akan ada lagi yang berani menyentuh apalagi menginjak batas  Semua sudah aku beri dinding jernih Jika ia ingin masuk, tentu akan mengubahnya jadi membungkuk Tidak akan ada benci, marah dan keluh lagi Yang tersisah hanyalah kenangan dan tanda luka di lengan, pipi kanan dan segaris di betisku yang elok ini Di hari yang suci ini, kau masih saja mengungkit dan mengusirku Padahal, bukan kah ini adalah wilayahku? Ini adalah masaku untuk pembalasan, tentunya yang lebih dahsyat Kau terus saja seolah menjadi paling sakit Penjelasanmu selalu memberi penyataan rasa bersalah, sayang tidak ada permintaan maaf  Padahal aku ingin mendengarnya seujung kuku saja, Yaa... aku lupa kau begitu angkuh,  Hiduplah dalam keadaan tanpa kekurang di tanah gersa...

Megah: 2.31

  Pada harapan yang kian sulit digapai, aku selalu meminta agar selalu dilapangkan. Suatu saat, sangat percaya akan ranumnya ku petik dengan gembira. Tak apa, jika berkali-kali lutut terbentur dengan kerasnya meninggalkan kecewa Asal sisah waktu yang panjang terukir tentang merekahnya perjalanan indah Dengan sang kekasih, tanpa gundah dan kekhawatiran Bak megahnya Taj Mahal akupun ingin mengabadikan rekaman romansa dengan kekasihku jua Tak kala ia yang selalu kupantau membuatku meringkuk Dengan langkah yang tak berasap dan berdebu dijalan sepinya Walau dalam jiwa berkata 'ia tak layak' tapi pasti ada sesuatu atas pilu yang ia lempar di rumahku Suatu saat, akan tumpas dengan sejoli ini mengukir mewahnya cinta Jalanmu akan berkelok dan tentu akan dengki Tapi percayalah, aku akan menjadi lega dan tak peduli Di sisi lain, panutan megahnya jalan panjang Taj Mahal Akan selalu menjadi kebanggaan yang aduhai Tunggu aku, tunggu kami, untuk mengikuti jejak yang sangat megah di hidupmu Su...

7.39

 Kamu dan keluargamu harus sehat hingga usia senja Penyakit enggan singgah pada tubuhmu Kamu, harus sehat! Sungguh malapetaka jika sakit dan kau masih menginjak tanah di negri ini Kau akan merana, karenanya dan apapun konsekunsinya. Kau harus sehat hingga usia senja!

22:10

Bagaimana rasa indahnya dicintai oleh seseorang yang mencintaimu seperti belum ada seorangpun yang dicintai sebelumnya? Jika kamu beruntung skrenario itu akan bertemu denganmu sengaja atau tidak yang pasti peristiwa itu akan membuat matamu terbelalak  bahwa itu bukan cerita fiktif. Barangkali duniamu akan berhenti sejenak untuk berfikir mengapa ia begitu beruntung mendapatkan kisah indah di dunia yang fana ini.

"I Promise"

Perempuan penikmat senja sedang menantikan pertemuan dengan sang matahari detik demi detik ia hitung hingga sinar menyentuh kulit keringnya kemarin ia meratapi semua peristiwa dengan sang matahari tapi sayang pagi ini mendung menyapa dan siang hari ia bertemu hujan ketika sore hari ia melihat pelangi yang didampingi awan tebal kian menghitam perempuan penikmat senja sedang menunggu kekasih hati yang berselimut luka menit demi menit ia pandang arloji sore hari itu kemarin ia meratapi semua tindakan gegabah untuk mempertahankan kekasih hati tapi sayang peristiwa itu justru menjadi celaka bagi percintaannya kekasih hatinya lari menuju ke utara dan tidak akan pernah kembali perempuan penikmat senja itu kehilangan kekasih hati untuk selamanya hidupnya cacat tanpa kasih dan cinta yang tak bisa terganti  pengganti baginya hanyalah sebagai hiburan, sisa jiwanya adalah kosong rindunya kerapkali dibayar tak tuntas oleh mimpi  hal yang ia takutkan akan menimpanya seiring dengan waktu ia ...