Langsung ke konten utama

Terkutuk, Jelita

 Maksudku, semua harus selaras

Jika yang rusak harus bersanding dengan yang rusak

Jika yang jernih harus bersanding dengan yang jernih.

Lalu, apakah benar-benar selaras dihidupku?


Untuk ikhlas dan melihatmu terus bahagia

Sangat sulit direlung hati

Tapi yakinlah, akan hadir secepatnya dan diwaktu yang tepat


Namun, akan ku pastikan hidupmu akan melarat dan penuh duka

Dikala aku tidak lagi mengutikmu


Walaupun kau terus hidup

Tapi doa kematianmu akan terus mengalir

Semesta pun akan menganggapmu mati walaupun kau berkelana di lereng gunung itu

Kau tak akan dianggap dan akan dihapus oleh dunia

Jelita, hiduplah dalam kehancuran dan teruslah meringis

Disisa hidupmu!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

November : selalu suka cita

November suka cita Lahir putri pertamaku, penuh haru dan bahagia Malaikat kecilku hadir dengan segala persiapan dan waktu yang tepat. Dear Sheren,  aku tidak akan menuntutmu menjadi manusia yang pintar ataupun anak yang cerdas  Seperti anak orang lainya. Tapi, aku akan menuntutmu menjadi orang yang bijak.  Bijak dalam berfikir Bijak dalam bertindak Bijak dalam segala hal. Karna banyak orang cerdas tapi asal bertindak Banyak orang pintar tapi tak berfikir panjang Untuk itu, jadilah gadis bijak sayang.

Sudoku

Dalam suatu cerita hidup Tuhan tidak memberi tahu siapa saja yang akan kau cintai dimasa datang begitu pula pada teka-teki mereka yang menjadikan kau kecewa dan ironinya Dia tidak memberi tahumu betapa pilunya merelakan yang dicinta.

Megah: 2.31

  Pada harapan yang kian sulit digapai, aku selalu meminta agar selalu dilapangkan. Suatu saat, sangat percaya akan ranumnya ku petik dengan gembira. Tak apa, jika berkali-kali lutut terbentur dengan kerasnya meninggalkan kecewa Asal sisah waktu yang panjang terukir tentang merekahnya perjalanan indah Dengan sang kekasih, tanpa gundah dan kekhawatiran Bak megahnya Taj Mahal akupun ingin mengabadikan rekaman romansa dengan kekasihku jua Tak kala ia yang selalu kupantau membuatku meringkuk Dengan langkah yang tak berasap dan berdebu dijalan sepinya Walau dalam jiwa berkata 'ia tak layak' tapi pasti ada sesuatu atas pilu yang ia lempar di rumahku Suatu saat, akan tumpas dengan sejoli ini mengukir mewahnya cinta Jalanmu akan berkelok dan tentu akan dengki Tapi percayalah, aku akan menjadi lega dan tak peduli Di sisi lain, panutan megahnya jalan panjang Taj Mahal Akan selalu menjadi kebanggaan yang aduhai Tunggu aku, tunggu kami, untuk mengikuti jejak yang sangat megah di hidupmu Su...