Langsung ke konten utama

"I Promise"





Perempuan penikmat senja
sedang menantikan pertemuan dengan sang matahari
detik demi detik ia hitung hingga sinar menyentuh kulit keringnya

kemarin ia meratapi semua peristiwa dengan sang matahari
tapi sayang pagi ini mendung menyapa dan siang hari ia bertemu hujan
ketika sore hari ia melihat pelangi yang didampingi awan tebal kian menghitam

perempuan penikmat senja
sedang menunggu kekasih hati yang berselimut luka
menit demi menit ia pandang arloji sore hari itu

kemarin ia meratapi semua tindakan gegabah untuk mempertahankan kekasih hati
tapi sayang peristiwa itu justru menjadi celaka bagi percintaannya
kekasih hatinya lari menuju ke utara dan tidak akan pernah kembali

perempuan penikmat senja itu kehilangan kekasih hati untuk selamanya
hidupnya cacat tanpa kasih dan cinta yang tak bisa terganti 
pengganti baginya hanyalah sebagai hiburan, sisa jiwanya adalah kosong

rindunya kerapkali dibayar tak tuntas oleh mimpi 
hal yang ia takutkan akan menimpanya
seiring dengan waktu ia akan lupa dengan wajah dan suara kekasih hati

kemana lagi ia mencari cinta itu?
cinta setulus kekasih hatinya dahulu yang lembut dan berwarna rubi itu

sekalipun akan diganti dengan sosok yang mirip, ia tetap merasakan hampa
walau sang pencipta menggantikannya dengan sosok kembar identik, hampa tetap mengisi hatinya
perempuan itu, kehilanggan hidupnya




Komentar

Postingan populer dari blog ini

November : selalu suka cita

November suka cita Lahir putri pertamaku, penuh haru dan bahagia Malaikat kecilku hadir dengan segala persiapan dan waktu yang tepat. Dear Sheren,  aku tidak akan menuntutmu menjadi manusia yang pintar ataupun anak yang cerdas  Seperti anak orang lainya. Tapi, aku akan menuntutmu menjadi orang yang bijak.  Bijak dalam berfikir Bijak dalam bertindak Bijak dalam segala hal. Karna banyak orang cerdas tapi asal bertindak Banyak orang pintar tapi tak berfikir panjang Untuk itu, jadilah gadis bijak sayang.

Megah: 2.31

  Pada harapan yang kian sulit digapai, aku selalu meminta agar selalu dilapangkan. Suatu saat, sangat percaya akan ranumnya ku petik dengan gembira. Tak apa, jika berkali-kali lutut terbentur dengan kerasnya meninggalkan kecewa Asal sisah waktu yang panjang terukir tentang merekahnya perjalanan indah Dengan sang kekasih, tanpa gundah dan kekhawatiran Bak megahnya Taj Mahal akupun ingin mengabadikan rekaman romansa dengan kekasihku jua Tak kala ia yang selalu kupantau membuatku meringkuk Dengan langkah yang tak berasap dan berdebu dijalan sepinya Walau dalam jiwa berkata 'ia tak layak' tapi pasti ada sesuatu atas pilu yang ia lempar di rumahku Suatu saat, akan tumpas dengan sejoli ini mengukir mewahnya cinta Jalanmu akan berkelok dan tentu akan dengki Tapi percayalah, aku akan menjadi lega dan tak peduli Di sisi lain, panutan megahnya jalan panjang Taj Mahal Akan selalu menjadi kebanggaan yang aduhai Tunggu aku, tunggu kami, untuk mengikuti jejak yang sangat megah di hidupmu Su...