Langsung ke konten utama

Kunci Jendela Jiwa

Namanya Jelita
mengadu pada dunia
bahwa hatinya sedang tidak baik-baik saja.
hatinya retak dan nyaris amblas
untuk mengobati lukanya,
ia meluapkan semua isi kesakitannya kepada wanita bernama Maya yang
diduga dalang dari kritis sakit hatinya.
merasa disabotase, Jelita merenggut hati maya untuk mengganti hatinya yang rusak.
setelah amarah padam, Jelita sadar jika hati yang dia renggut  menolak untuk melekat pada jiwanya.
selamanya, ia menjadi buta
karena kehilangan kunci jendela jiwa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

November : selalu suka cita

November suka cita Lahir putri pertamaku, penuh haru dan bahagia Malaikat kecilku hadir dengan segala persiapan dan waktu yang tepat. Dear Sheren,  aku tidak akan menuntutmu menjadi manusia yang pintar ataupun anak yang cerdas  Seperti anak orang lainya. Tapi, aku akan menuntutmu menjadi orang yang bijak.  Bijak dalam berfikir Bijak dalam bertindak Bijak dalam segala hal. Karna banyak orang cerdas tapi asal bertindak Banyak orang pintar tapi tak berfikir panjang Untuk itu, jadilah gadis bijak sayang.

Megah: 2.31

  Pada harapan yang kian sulit digapai, aku selalu meminta agar selalu dilapangkan. Suatu saat, sangat percaya akan ranumnya ku petik dengan gembira. Tak apa, jika berkali-kali lutut terbentur dengan kerasnya meninggalkan kecewa Asal sisah waktu yang panjang terukir tentang merekahnya perjalanan indah Dengan sang kekasih, tanpa gundah dan kekhawatiran Bak megahnya Taj Mahal akupun ingin mengabadikan rekaman romansa dengan kekasihku jua Tak kala ia yang selalu kupantau membuatku meringkuk Dengan langkah yang tak berasap dan berdebu dijalan sepinya Walau dalam jiwa berkata 'ia tak layak' tapi pasti ada sesuatu atas pilu yang ia lempar di rumahku Suatu saat, akan tumpas dengan sejoli ini mengukir mewahnya cinta Jalanmu akan berkelok dan tentu akan dengki Tapi percayalah, aku akan menjadi lega dan tak peduli Di sisi lain, panutan megahnya jalan panjang Taj Mahal Akan selalu menjadi kebanggaan yang aduhai Tunggu aku, tunggu kami, untuk mengikuti jejak yang sangat megah di hidupmu Su...

Terkutuk, Jelita

 Maksudku, semua harus selaras Jika yang rusak harus bersanding dengan yang rusak Jika yang jernih harus bersanding dengan yang jernih. Lalu, apakah benar-benar selaras dihidupku? Untuk ikhlas dan melihatmu terus bahagia Sangat sulit direlung hati Tapi yakinlah, akan hadir secepatnya dan diwaktu yang tepat Namun, akan ku pastikan hidupmu akan melarat dan penuh duka Dikala aku tidak lagi mengutikmu Walaupun kau terus hidup Tapi doa kematianmu akan terus mengalir Semesta pun akan menganggapmu mati walaupun kau berkelana di lereng gunung itu Kau tak akan dianggap dan akan dihapus oleh dunia Jelita, hiduplah dalam kehancuran dan teruslah meringis Disisa hidupmu!