Langsung ke konten utama

Buta

Keluar dari hutan yang menyejukan ini
dan mendapati kau yang lesu kehausan di padang pasir itu
ku lihat kau menyeret langkah kembali di wilayahku
tersadar ketika lambayan tanganmu memohon iba
ku hantarkan air yang paling jernih pula segar
untuk kau, mendekati perbatasan hutan asri
"mari pulang" ucapku
kurus tubuhmu menjelaskan tentang sesalmu
"hutan yang kita buat sungguh menciptakan kehidupan" ujar kau
"iya, aku saksinya. mereka tumbuh tanpa kau" ujarku
sekian hari kau menetap kembali
diriku tersadar, aku tak mengenalmu kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

November : selalu suka cita

November suka cita Lahir putri pertamaku, penuh haru dan bahagia Malaikat kecilku hadir dengan segala persiapan dan waktu yang tepat. Dear Sheren,  aku tidak akan menuntutmu menjadi manusia yang pintar ataupun anak yang cerdas  Seperti anak orang lainya. Tapi, aku akan menuntutmu menjadi orang yang bijak.  Bijak dalam berfikir Bijak dalam bertindak Bijak dalam segala hal. Karna banyak orang cerdas tapi asal bertindak Banyak orang pintar tapi tak berfikir panjang Untuk itu, jadilah gadis bijak sayang.

Sudoku

Dalam suatu cerita hidup Tuhan tidak memberi tahu siapa saja yang akan kau cintai dimasa datang begitu pula pada teka-teki mereka yang menjadikan kau kecewa dan ironinya Dia tidak memberi tahumu betapa pilunya merelakan yang dicinta.

Megah: 2.31

  Pada harapan yang kian sulit digapai, aku selalu meminta agar selalu dilapangkan. Suatu saat, sangat percaya akan ranumnya ku petik dengan gembira. Tak apa, jika berkali-kali lutut terbentur dengan kerasnya meninggalkan kecewa Asal sisah waktu yang panjang terukir tentang merekahnya perjalanan indah Dengan sang kekasih, tanpa gundah dan kekhawatiran Bak megahnya Taj Mahal akupun ingin mengabadikan rekaman romansa dengan kekasihku jua Tak kala ia yang selalu kupantau membuatku meringkuk Dengan langkah yang tak berasap dan berdebu dijalan sepinya Walau dalam jiwa berkata 'ia tak layak' tapi pasti ada sesuatu atas pilu yang ia lempar di rumahku Suatu saat, akan tumpas dengan sejoli ini mengukir mewahnya cinta Jalanmu akan berkelok dan tentu akan dengki Tapi percayalah, aku akan menjadi lega dan tak peduli Di sisi lain, panutan megahnya jalan panjang Taj Mahal Akan selalu menjadi kebanggaan yang aduhai Tunggu aku, tunggu kami, untuk mengikuti jejak yang sangat megah di hidupmu Su...