Langsung ke konten utama

Si Penepis Pilu




Kau tahu?
Sesuatu menjadi andalanku
Yang tak laku kala ditawar dengan jamu
Dia,  tak laku kala ditawar dengan permata biru

Hanya satu,
Penghibur kala hati sedang pilu
Sembunyi kala aku beri tawa tumpuanku
Dia, selalu membuka mataku dan menutup telingaku

Tentang waktu,
selalu menghuni tubuhku
menjadi provokator kala debat dengan otakku
Dia, kan terusir seiring waktu

Pintaku,
tetaplah dalam jiwaku, kala parasit menyerangku
pergilah dari jiwaku, kala konfusit disampingku
tenangkan jiwaku, kala rumput menggaggu rumahku

 Dia, menjadi daftar dari isiku.



Kedaton, Oktober 2017
-Sum-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

November : selalu suka cita

November suka cita Lahir putri pertamaku, penuh haru dan bahagia Malaikat kecilku hadir dengan segala persiapan dan waktu yang tepat. Dear Sheren,  aku tidak akan menuntutmu menjadi manusia yang pintar ataupun anak yang cerdas  Seperti anak orang lainya. Tapi, aku akan menuntutmu menjadi orang yang bijak.  Bijak dalam berfikir Bijak dalam bertindak Bijak dalam segala hal. Karna banyak orang cerdas tapi asal bertindak Banyak orang pintar tapi tak berfikir panjang Untuk itu, jadilah gadis bijak sayang.

"I Promise"

Perempuan penikmat senja sedang menantikan pertemuan dengan sang matahari detik demi detik ia hitung hingga sinar menyentuh kulit keringnya kemarin ia meratapi semua peristiwa dengan sang matahari tapi sayang pagi ini mendung menyapa dan siang hari ia bertemu hujan ketika sore hari ia melihat pelangi yang didampingi awan tebal kian menghitam perempuan penikmat senja sedang menunggu kekasih hati yang berselimut luka menit demi menit ia pandang arloji sore hari itu kemarin ia meratapi semua tindakan gegabah untuk mempertahankan kekasih hati tapi sayang peristiwa itu justru menjadi celaka bagi percintaannya kekasih hatinya lari menuju ke utara dan tidak akan pernah kembali perempuan penikmat senja itu kehilangan kekasih hati untuk selamanya hidupnya cacat tanpa kasih dan cinta yang tak bisa terganti  pengganti baginya hanyalah sebagai hiburan, sisa jiwanya adalah kosong rindunya kerapkali dibayar tak tuntas oleh mimpi  hal yang ia takutkan akan menimpanya seiring dengan waktu ia ...

Megah: 2.31

  Pada harapan yang kian sulit digapai, aku selalu meminta agar selalu dilapangkan. Suatu saat, sangat percaya akan ranumnya ku petik dengan gembira. Tak apa, jika berkali-kali lutut terbentur dengan kerasnya meninggalkan kecewa Asal sisah waktu yang panjang terukir tentang merekahnya perjalanan indah Dengan sang kekasih, tanpa gundah dan kekhawatiran Bak megahnya Taj Mahal akupun ingin mengabadikan rekaman romansa dengan kekasihku jua Tak kala ia yang selalu kupantau membuatku meringkuk Dengan langkah yang tak berasap dan berdebu dijalan sepinya Walau dalam jiwa berkata 'ia tak layak' tapi pasti ada sesuatu atas pilu yang ia lempar di rumahku Suatu saat, akan tumpas dengan sejoli ini mengukir mewahnya cinta Jalanmu akan berkelok dan tentu akan dengki Tapi percayalah, aku akan menjadi lega dan tak peduli Di sisi lain, panutan megahnya jalan panjang Taj Mahal Akan selalu menjadi kebanggaan yang aduhai Tunggu aku, tunggu kami, untuk mengikuti jejak yang sangat megah di hidupmu Su...