Langsung ke konten utama

Postingan

Desember

Doa Desemberku adalah memohonkan kau bersama kenangan sejuta perlahan kecil dari arah masa memudarkan jejak dan dirimu yang kian hilang bersama langkah amnesia tanpa sapamu yang tak ketar ketir tanpa kabarmu nantinya, desember dan dirimu kan terbiasa harap kondusif wahai penghuni kepala agar nelangsa cepat kadaluarsa

Dalam Pura-pura

biarkan diri ini bergurau dengan ia, mengelus lembut kening eloknya mengais cinta yang ia tepikan memungut kasih yang ia sepahkan biarkan, kumohon seraya tersenyum oleh langkah mundur memastikan hati tak terkikis kembali oleh ulahnya menyakinkan kembali cinta, bahwa ia hanya berkunjung saja membenarkan bahwa bekas luka tak kembali luka kumohon, hari ini saja barangkali esok penantian benar-benar tumpas mengelak air mata biar tak tumpah mengatakan bahwa ia, tak pantas menjadi rumah. Nov 2018

Sampai Jadi Debu - Banda Neira

Badai Tuan  telah berlalu Salahkah ku menuntut mesra? Tiap pagi menjelang Kau di sampingku Ku aman ada bersamamu Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu Badai Puan  telah berlalu Salahkah ku menuntut mesra? Tiap taufan menyerang Kau di sampingku Kau aman ada bersamaku Selamanya Sampai kita tua Sampai jadi debu Ku di liang yang satu Ku di sebelahmu

NYA

Saksi suka duka mu mengundurkan diri dari sisimu maaf, silahkan teguh diri kala tersandung tanpa sambutan dari hati nyatanya, pamitnya lebih pahit dibandingkan biji mahoni
“Sum, sepertinya sebagian hidupku bakal abis sama kamu” (Milsa, 22th)

Untuk Peta

Tuan Bagaimana caranya memanipulasi peta? Agar cerita ini berakhir tuntas Hingga luka terbalut dengan rapi Supaya masalah mengantre usai Berbaris apik dengan gerak lurus beraturan Untuk kisah tentang kita selesai Tanpa janggal bertepi api Tanpa cangguh ketika hendak basa basi